Arsip

Monthly Archives: September 2012

Bangunan pojok ini terletak diantara Jalan Pintu Besar Selatan (sisi Timur) dan jalan Pinangsia II, Kotatua Jakarta. Hanya beberapa meter dari Stasiun Beos. Bangunan ini adalah bangunan tua yang pada bagian depannya dirubah dengan gaya baru. Perubahan ini tidak melanggar (?) karena perubahannya memenuhi keinginan pemerintah DKI Jakarta pada tahun 1980, yakni bangunan di sepanjang jalan Pintu Besar Selatan dihimbau untuk membuat lorong pejalan kaki (arkade). Bangunan tua ini kebetulan tidak memiliki arkade, oleh pemiliknya dibangun tampak muka baru (facade) dilengkapi dengan arkade pada awal tahun 1980an. OMG!

Penampilan Segitiga Senen yang berubah total dari masa lalunya, tidak lagi seperti apa yang dilihat pada gambar Johannes Rach tahun 1800 atau foto tahun 1930an. Segitiga Senen Atau Pasar Senen sebenarnya mengacu pada satunama,yaitu Senen, yang diambil dari salah satu nama hari yaitu hari Senin. Sebab Hari Senin adalah hari pasar. Sebelum nama Pasar Senen dahulunya bernama Pasar Vink (Vincke Passer) yang diambil dari nama pemiliknya yaitu Justinus Vink yang membeli bidang tanah tersebut dari Johan Francois tahun 1733 seharga 39.000 Ringgit. Dua tahun kemudian Justinus Vink membangun pasar di lokasi ini dan Tanah Abang. Sekarang Segitiga Senen tidak lagi menjadi tetenger (landmark) bersejarah kerena perubahan bentuk arsitektural.